Perusahaan Jamu (PJ) Sinar Sehat

PJ Sinar Sehat yang berlokasi di Kota Tasikmalaya- Jawa Barat, merupakan sebuah Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) yang berkesempatan untuk menjadi mitra kerja Puslit Bioteknologi – LIPI dalam memproduksi obat berbahan dasar dari hasil fermentasil dengan merek dagang “MONASTEROL”. Alasan mengapa dipilihnya PJ Sinar Sehat tidak lain atas rekomendasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya yang telah lama membina badan usaha tersebut.

PJ Sinar Sehat dinilai cocok sebagai model pemberdayaan IKOT karena disamping telah mengikuti berbagai pelatihan dan pengarahan yang dilakukan Dinkes, semangat pemilik dan karyawannya untuk terus belajar dan berkembang patut diacungi jempol. Kebanggaan lainnya, PJ Sinar Sehat pada pertengahan tahun 2004 telah berhasil memproduksi obat jamu dengan merek “ASKITA” yang cukup baik responnya dari masyarakat sekitar Kota Tasikmalaya.

PJ. Sinar Sehat yang dikomandoi oleh Bapak Asep Ahmad, memulai usaha IKOT ini diatas tanah seluas 250 M2 di pelosok desa pinggiran Kota Tasikmalaya. Di lingkungan yang asri dan berhawa sejuk serasa menyatu dengan alam, Pak Asep dan tiga orang karyawannya beraktifitas. Salah satu ruangan rumah yang berukuran 5X4 meter, disulap menjadi ruang kerja. Dalam ruangan yang selalu terjaga kebersihannya dan tampak baru saja di cat, diperuntukan sebagai tempat kapsulisasi dan pengepakan obat.

Karena memang termasuk industri rumah tangga, maka semuanya dilakukan di sekitar rumah. Keterbatasan modal menjadi salah satu kendala memperoleh ruangan bahkan gedung yang lebih besar dan representatif. Namun jangan khawatir, kualitas produk obat hasil PJ. Sinar Sehat selalu mendapat pengawasan yang ketat dari Dinkes selaku pengayom dan pembina IKOT yang ada di Kota Tasikmalaya. Sehingga produk yang dilempar ke pasar sudah terjamin dalam hal standar mutu yang telah ditetapkan.

Melihat hal ini, seharusnya IKOT yang ada diberbagai wilayah di Indonesia tidak perlu berkecil hati. PJ Sinar Sehat sudah membuktikan bahwa, keberadaan mereka amat dibutuhkan oleh pihak terkait dalam mengembangkan industri obat herbal / jamu di nusantara. Keinginan untuk maju, pantang menyerah, meingikuti anjuran/ saran lembaga pengayom serta hasrat mengikuti perkembagan ilmu dan teknologi menjadi modal berharga dalam persaingan dunia kesehatan di tanah air.

Terlebih dengan derasnya obat-obatan berbahan kimia dari perusahaan asing maupun lokal yang ada di pasar, akan membuka peluang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan memproduksi obat alternatif yang relatif lebih aman dan nyaman. Semoga dari keberadaan IKOT, akan tumbuh dan berkembang menjadi industri yang besar dan berpengaruh dalam menggali dan memperkenalkan obat-obatan tradisional (herbal) asli Indonesia. Bukankah sesuatu yang besar itu, dimulai dari yang kecil dahulu……..

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: