Tentang Kami

Kami ucapkan selamat datang di situs monasterol kepada para pengunjung yang berbahagia. Situs ini yang merupakan salah satu media komunikasi antara kami selaku pihak yang memproduksi  obat-obatan berbasis herbal dengan masyarakat. Tujuan dibuatnya media ini adalah agar terjalin informasi, komunikasi, dan edukasi yang efektif dan efisien antara kami dan masyarakat dengan berbagai latar belakang dan kebutuhannya.

Anda tentu bertanya, siapakah “kami” ?. Kami merupakan pihak/instansi/lembaga yang saling bekerjasama dalam mewujudkan satu impian, yaitu turut menyehatkan masyarakat dengan menegembangkan obat-obatan (jamu) yang memadukan herbal dengan hasil fermentasi. Mengapa herbal?, karena herbal merupakan bahan dasar obat-obatan yang bersumber dari alam, tanpa tambahan zat kimia, tidak memiliki efek samping dan secara ekonomis lebih terjangkau. Intinya, kembali dan menyatu dengan alam. Sementara fermentasi adealah suatu proses yang memungkinkan terjadinya perubahan kimia secara alami.

Monasterol sebagai produk herbal juga dihasilkan dari kerjasama beberapa pihak dengan latar belakang yang berbeda dan saling menunjang satu sama lain pihak-pihak tersebut adalah :

Perusahaan Jamu (PJ) Sinar Sehat -Tasikmalaya-
Perusahaan Jamu (PJ) Riung Gunung, Tasikmalaya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya
Kelti Monascus, Puslit Bioteknologi – LIPI – Cibinong, Kab. Bogor

    Ketiga pihak diatas bekerjasama dalam koridor program Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan IPTEK yang merupakan program dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) dengan objeknya adalah masyarakat di daerah. Dengan LIPI, dalam hal ini di wakili Puslit Bioteknologi, bertindak sebagai aktor utama dari pengembangan ilmu dan teknologi, serta PJ Sinar Sehat dan PJ. Riung Gunung selaku badan usaha masyarakat yang berada dalam pengawasan Dinkes Tasikmalaya, diharapakan proses alih teknologi dalam bidang obat-obatan herbal maupun tradisonal dapat terjadi. Ilmu dan teknologi yang semula hanya berkutat disekitar ruangan laboratorium, sekarang dapat di aplikasikan ke masyarakat.

    Dampaknya, masyarakat menjadi lebih tahu dan cerdas akan ilmu dan teknologi yang tepat guna, serta dapat menjadi sumber pemberdayaan ekonomi melalui usaha produksi obat-obatan berbahan dasar herbal. Tentunya faktor keamanan, hygienis dan lain sebagainya yang berkaitan dengan standar kualitas suatu produk obat tradisional, tidak lepas dari pengawasan Puslit Bioteknologi – LIPI sendiri dan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

    Harapan kami, kerjasama seperti ini dapat dikembangkan lebih erat dan maju, serta dapat diikuti dibidang yang lainnya, agar sinergi yang harmonis dari berbagi elemen bangsa akan menghantarkan negeri kita tercinta ini lebih maju dan mandiri di mata dunia.

    Iklan

    Komentar ditutup.

    %d blogger menyukai ini: